
Tembak menembak, yang dilaporkan berlangsung 10 menit, terjadi dekat kompleks candi kuno Preah Vihear.
Thailand kini meminta warganya meninggalkan Kamboja.
Ketegangan antara kedua negara meninggak sejak bulan Juli, ketika ratusan tentara dari kedua kubu saling berhadapan dalam jarak beberapa meter.
Kedua negara ini mengaku memiliki wilayah di sekitar kompleks candi, yang baru-baru ini masuk daftar warisan Dunia Unesco.
"Tentara Kamboja dan Thailand saling tembak menembak," ujar Brigadir Bun Thean, komandan tentara Kamboja, seperti yang dikutip oleh kantor berita AFP.
"Tentara kami kmencegah tentara Thailand masuk ke wilayah kami, namun mereka langsung melepaskan tembakan ke arah kami," tambahnya.
Sejumlah wartawan televisi Thailand membenarkan telah melihat kedua kubu saling tembak menembak.
Pada bulan Agustus, kedua negara sepakat mengurangi jumlah tentara, namun minggu lalu Kamboja mengatakan 500 tentara Thailand telah berkumpul di wilayah itu.
Pada hari Selasa, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengeluarkan batas waktu bagi Thailand untuk menarik tentaranya, dengan menyebut mereka telah memasuki wilayah Kamboja.
Thailand membantah bahwa tentaranya telah masuk ke wilayah Kamboja.
Ketegangan di Candi
Pertikaian antara kedua negara ini berpusat pada semak belukar seluas 4,6 km persegi di dekat candi Preah Vihear di hutan tebing curam yang memisahkan kedua negara.
Pada tahun 1962, pengadilan internasional memutuskan Kamboja sebagai pemilik candi itu, namun tanah yang mengelilinginya masih menjadi wilayah yang diperebutkan.
Keputusan PBB memasukan Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia Unesco menghidupkan kembali ketegangan atas masalah ini.
Awal bulan Juli tentara Kamboja menahan tiga pengunjuk rasa Thailang yang masuk ke situs itu tanpa ijin, yang menyebabkan ketegangan militer.
Kedua kubu sudah melakukan serangkaian putaran perundingan atas masalah itu, namun gagal mencapai kesepakatan.
Ketegangan antara kedua negara sudah terjadi sejak beberapa abad lalu, ketika kerajaan Thailand dan Khmer saling berperang memperebutkan wilayah dan kekuasaan.
Tahun 2003, kedutaan besar Thailand di Phnom Penh dibakar oleh para perusuh yang marah dengan komentar yang diduga dikeluarkan oleh seorang artis Thailand bahwa kompleks candi Angkor Wat harus dikembalikan ke Thailand.

No comments:
Post a Comment